Inovasi Pencegahan HIV Tempat Kerja

Serah Terima Intervensi Inovatif Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di Tempat Kerja
Serah Terima Intervensi Inovatif Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di Tempat Kerja

Kegiatan Peluncuran dan Serah Terima Intervensi Inovatif dalam Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja

YKB mengikuti pertemuan Peluncuran Intervensi Inovatif dalam Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja. Kegiatan ini diselenggarakan oleh ILO (International Labour Organization), yang dilaksanakan di Menara Danareksa pada hari Selasa 27 Juni 2023. YKB menjadi salah satu Lembaga yang terlibat dalam kegiatan inovasi dalam Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja.

Keterlibatan YKB dalam memfasilitasi 2 perusahaan besar yaitu Pertamina dan Waskita Karya untuk melaksanakan skrining HIV /AIDS menjadi pengalaman yang sangat berharga. Kedua perusahaan tersebut telah melaksanakan kegiatan SHM di 15 area kerja dalam waktu 3 bulan. YKB membantu proses koordinasi dengan stakeholder setempat baik Dinas Kesehatan ataupun Puskesmas setempat dalam merujuk pekerja yang hasil skriningnya reaktif.

Selain itu, YKB memfasilitasi 7 perusahaan yang melaksanakan VCT@Work di tengah Pandemi COVID – 19 yang masih melanda Indonesia. Ketujuh perusahaan tersebut; Pertamina, PHE ONWJ, Andhika Lines, Angkasa Pura II, Hazama Ando WIKA JO, Mitra Energi Batam, dan Star Energy Gheothermal (Wayang Windu). Perusahaan ini tetap menjalankan kegiatannya dalam mensosialisasikan program HIV/AIDS untuk karyawan sekaligus pemeriksaan HIV dengan pemeriksaan kesehatan lainnya seperti hepatitis, kolesterol, Gula Darah dan tekanan darah.

Kedua kegiatan tersebut merupakan sebuah inovasi dalam Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja. Program Penanggulangan HIV/AIDS tidak dilaksanakan secara tunggal oleh perusahaan, tetapi diikuti dengan program kesehatan lainnya sesuai kebutuhan perusahaan saat itu. SHM di tempat kerja menjadi inovasi dalam mempromosikan tes HIV bagi pekerja yang takut, sibuk dan tidak punya waktu untuk ke fasilitas layanan kesehatan tetapi merasa berisiko tertular HIV.

Paparan dari YKB oleh Siti Hadiyati terkait capaian SHM di Tempat Kerja
Paparan dari YKB oleh Siti Hadiyati terkait capaian SHM di Tempat Kerja

Pembelajaran dalam SHM

Pembelajaran yang di dapatkan YKB dalam melakukan SHM adalah skrining HIV Mandiri dapat dilakukan pada perusahaan yang telah memiliki program. Perusahaan sudah siap dengan perangkat kebijakan dan anggaran. Jika Program SHM berlangsung lebih lama, maka tingkat keberhasilan untuk menemukan ODHIV lebih besar.

Tantangan

Pada pandemi covid-19, proses persiapan banyak dilakukan secara daring sementara SHM merupakan sesuatu yang baru sehingga YKB harus bisa menyesuaikan diri memfasilitasi perusahaan secara daring. SHM sebagai sebuah inovasi baru dalam mengetahui status, namun belum tersedia payung hukum dan panduan teknis. Selanjutnya belum semua Dinas Kesehatan dan Fasyankes memahami adanya SHM sebagai sebuah upaya dalam menemukan ODHIV dan dapat dilakukan di perusahaan.

Harapan

Harapannya program-program tersebut bisa disebarluaskan kepada perusahaan lainnya yang ada di Indonesia. Walapun Skrining HIV Mandiri masih menjadi PR karena penyediaan alat masih menunggu izin edar dari Pemerintah Indonesia. Oleh karena itu YKB sangat mendukung inovasi program-program pencegahan HIV/AIDS di tempat kerja. Sesuai dengan komitmen YKB dalam mendukung masyarakat Indonesia untuk sehat dan berdaya

 

Publikasi Lainnya

Rola Play penggunaan Skrining HIV Mandiri pada pekerja
Penanggulangan HIV Sektor Konstruksi
Feature Image Post(15)
YKB Berpartisipasi STBP Tahun 2023
Feature Image Post(2)
Seminar Akhir dan Peluncuran Perdana Peraturan Bupati No. 116 Tahun 2023