PENANGGULANGAN HIV MELALUI SHM DI TEMPAT KERJA

Kegiatan Skrining HIV Mandiri (SHM) di Terminal Pulo Gebang Jakarta

Kegiatan Skrining HIV Mandiri (SHM) merupakan inovasi dalam penanggulangan HIV di tempat kerja

Indonesia berharap dapat mencapai target dalam mengakhiri Epidemi AIDS pada tahun 2030 melalui triple eliminasi. Salah satu yang ingin dicapai adalah 90% orang mengetahui status HIVnya. Inovasi yang berkembang saat ini adalah Skrining HIV secara mandiri. YKB menjelang akhir tahun 2023 mendapat kesempatan untuk mensosialisasikan skrining HIV mandiri (SHM)  di tempat kerja. Kegiatan ini bekerja sama dengan EpiC Indonesia dan ILO. Sasarannya adalah pekerja transportasi darat, pekerja Transportasi laut dan Pekerja konstruksi. Sasaran target kegiatan diambil berdasarkan dengan fenomena 3 M (mobile Man with Money). Skrining HIV mandiri ini dapat dilakukan dengan mudah dan mendapat hasil dalam waktu yang cepat. Kegiatan ini berlokasi di Jakarta, Wonogiri dan Sorong.

Kegiatan SHM di Perusahaan Konstruksi Hazama Ando Wika Join Operation Wonogiri

Pelaksanaan skrining HIV mandiri dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan September tahun 2023. Ada 1.992 pekerja  (Jakarta – 1.523; Wonogiri – 174; Sorong – 295) yang mengikuti SHM. Sebelum melakukan kegiatan SHM, pekerja akan diberikan informasi tentang HIV, dan bagaimana penggunaan SHM. Dalam pelaksanaan SHM pekerja melakukan secara mandiri tetapi didampingi oleh petugas YKB.

Kegiatan SHM yang dilaksanakan di Jakarta bekerjasama dengan KPA DKI Jakarta, Dishub DKI Jakarta, Pengelola Terminal AKAP Pulogadung, Pengelola Terminal AKAP Pulogebang, Syahbandar Pelabuhan Sunda Kelapa dan Serikat Pelaut Tanjung Priok. Sementara untuk Wonogiri bekerjasama dengan Hazama Ando Wika Join Operation dan WPA Wonogiri. Lalu SHM di Sorong, KSOP Pelabuhan Sorong, Dinkes Sorong, LSM Yapari dan LSM Yatima menjadi partner YKB dalam melaksanakan SHM bagi pekerja di pelabuhan dan LBT (laki-laki berisiko tinggi) di sekitar hotspot yang ada di dekat pelabuhan.

Kegiatan SHM di Sorong, Papua

Kegiatan pemeriksaan HIV dengan menggunakan SHM dapat menjangkau lebih banyak pekerja karena alat yang mudah di pakai secara mandiri. Hasil yang cepat dan tidak memerlukan keterampilan khusus karena tidak menggunakan jarum dan darah. Cara penggunaannya yaitu memasukkan alat ke dalam mulut kemudian diusapkan ke gusi. Alat swab  yang sudah diusapkan dimasukkan kedalam cairan yang sudah disiapkan.

Dari 1992 pekerja yang melakukan SHM, terdapat 8 pekerja yang yang hasilnya reaktif HIV. 7 pekerja dari Jakarta dan 1 pekerja dari Sorong. Kemudian 4 orang yang reaktif HIV di Jakarta bersedia untuk melakukan tes Konfirmasi HIV dan melanjutkan pengobatan ARV.

Untuk lebih detail kegiatan SHM di tiap kota akan ada 3 artikel berikutnya untuk menggambarkan lebih detail kegiatan SHM yang dilakukan YKB di tiap kota.

Publikasi Lainnya

Rola Play penggunaan Skrining HIV Mandiri pada pekerja
Penanggulangan HIV Sektor Konstruksi
Feature Image Post(15)
YKB Berpartisipasi STBP Tahun 2023
Feature Image Post(2)
Seminar Akhir dan Peluncuran Perdana Peraturan Bupati No. 116 Tahun 2023