Cegah Angka Kesakitan dan Kematian pada Ibu di Tempat Kerja

Liputan6.com, Jakarta Sadar bahwa wanita adalah kunci produktivitas ekonomi dan pekerjaan di Indonesia, membuat dua pabrik kenamaan di Kabupaten Subang, Jawa Barat, PT Hansoll Hyun dan PT Wilbes Indonesia melakukan beragam cara pencegahan yang dilaksanakan di pabrik masing-masing.

Berikut tindakan pencegahan yang dilakukan dua pabrik tersebut:

1. Klinik kesehatan

Dua pabrik garmen ini meletakkan klinik yang dapat digunakan oleh para karyawan di dalam lingkungan pabrik. Meski ukurannya tidak besar, tapi cukup menampung para karyawan yang akan memeriksakan kesehatannya. Terlebih bagi karyawan yang tengah mengandung, dibebaskan untuk sesering mungkin mengecek kesehatan kandungannya.

Di klinik yang berada di PT Hansoll Hyun, disediakan dua perawat dan dua bidan yang didatangkan langsung dari Puskesmas. Tiap minggu, perawat dan bidan akan melakukan tugasnya secara bergantian.

Selain disediakan perawat dan bidan yang mumpuni, di klinik itu pun disediakan tiga tempat tidur, satu kulkas untuk meletakkan ASI yang sudah dipompa, dan dua timbangan.

“Dari 2200 pekerja yang ada di sini, 60 orang di antaranya sedang hamil. Dan mereka sangat memanfaatkan klinik ini,” ujar salah satu Manajemen PT Hansoll Hyun, Mr Kim, Selasa (6/5/2014).

Tak hanya wanita hamil, kata dia, karyawan yang diketahui mengidap TB pun, kerap meletakkan obat di dalam klinik, supaya karyawan tidak lupa untuk meminumnya, sehingga dapat sembuh dari penyakitnya.

2. Kader penyuluhan

Bahaya anemia mengintai para wanita pekerja di pabrik. Ingin karyawan mengetahui lebih dalam mengenai anemia dan cara pencegahannya, dua pabrik ini menyediakan kader yang nantinya memberikan penyuluhan pada karyawan di sana.

Seperti yang terlihat di PT Hansoll Hyun tadi pagi, saat Direktur Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), dr. Muchtaruddin Mansyur, SpOK, PhD melakukan kunjungan kerja ke sana. Beberapa karyawannya mendapatkan penyuluhan langsung tentang apa itu anemia dan manfaat dari cuci tangan pakai sabun (CTPS).

Bersyukur, sewaktu Muchtaruddin menanyakan langsung ke para karyawan apa itu anemia dan apa penyebabnya, tiga di antara 11 orang itu mampu menjawabnya.

Lucunya, para karyawan di sana memiliki gerakan yang mereka namakan tarian cuci tangan pakai sabun. Tak ingin ketinggalan, Muchtaruddin pun turut melakukannya.

Hal yang sama pun terlihat di PT Wilbes Indonesia, yang mana para karyawannya, mendapatkan penyuluhan sesudah jam makan siang usai.

“Lakukan kegiatan ini cukup 15 menit saja. Biar target pekerjaan kalian juga tercapai. Yang penting tahu, apa yang harus dilakukan bila tak ingin terkena anemia dan penyakit selama di tempat kerja,” kata Muchtarudin di PT Wilbes Indonesia, Subang, Jawa Barat, Selasa (6/5/2014)

3. Poster kesehatan

Selain klinik dan kader penyuluhan, pabrik pun menempelkan poster berisikan peringatan untuk senantiasa menjaga kesehatan di beberapa sisi.

Ada poster ‘Ayoi Minum Air Putih Setiap Hari’, ‘Cegah Anemia dan Kenali Bahayanya’, dan ‘Konsumsi Makanan dengan Gizi Seimbang dan Bervariasi’. Ditempelkannya poster-poster ini, diharapkan para karyawan untuk lebih sadar dengan kesehatannya, dan melakukan aktivitas yang dapat menyehatkannya.

4. Penggunaan KB

Survei yang dilakukan Project HOPE dan Yayasan Kusuma Buana (YKB) banyak karyawan di sana yang menggunakan KB jangka pendek dalam bentuk pil dan suntikan. Akhirnya, Project HOPE dan YKB melalui Merck Sharp and Dohme (MSD) meriver para karyawan ke puskesmas untuk mendapatkan KB jangka panjang KB-nya.

Melihat keseriusan ini, pihak Puskesmas berinisiatif untuk menggratiskan penggunaan KB jangka panjang pada para karyawan.

Kemitraan dalam bidang kesehatan terus dilakukan Pemerintah demi mencapai MDGs kelima, yaitu mengurangi angka kematian ibu, menjadi 102 per 100.000 pada 2015.

Ada pun kegiatan peningkatan kesehatan wanita pekerja sebaga salah satu upaya percepatan pencapaian MDGs, disebut dengan Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif (GP2SP).

Sejalan dengan upaya itu, Merck Sharp and Dohme (MSD) bekerja sama dengan Project Hope dan Yayasan Kusuma Buana (YKB) mengimplementasikan program ‘MSD for Mothers’ di Indonesia.

Direktur Pelayanan Kesehatan Yayasan Kusuma Buana, Adi Sasongko mengatakan, program 3 tahun bertemakan ‘Peningkatan Kesehatan Wanita di Tempat Kerja’ ini menargetkan 10.000 pekerja wanita di sejumlah pabrik yang ada di Subang dan Bekasi. Program ini sendiri baru dilakukan sejak November 2013.

“Dari sejumlah pabrik yang kami datangi, baru 3 di sini yang menerima. Total, sudah 7.000 karyawan. Masih kurang 3.000 karyawan lagi. Ya, kurang lebih 1 sampai 2 pabrik lagi,” kata Adi Sasongko.

Dilanjutkan Adi, salah satu masalah kesehatan pekerja wanita di Indonesia adalah anemia. Dari survei dasar yang dilakukan, ditemukan hasil bahwa 40 persen responden pekerja mengalami anemia dan 21 persen memiliki kadar Hb sedikit di atas batas normal yang berisiko menjadi anemia.

Padahal, menurut pedoman yang ada di GP2SP, bila pekerja sampai terkena anemia, akan mengalami kehilangan 6,5 jam kerja per minggu dan penurunan produktivitas sebanyak 10 persen. (Adt/Igw)

Sumber: liputan6.com

Publikasi Lainnya

Rola Play penggunaan Skrining HIV Mandiri pada pekerja
Penanggulangan HIV Sektor Konstruksi
Feature Image Post(15)
YKB Berpartisipasi STBP Tahun 2023
Feature Image Post(2)
Seminar Akhir dan Peluncuran Perdana Peraturan Bupati No. 116 Tahun 2023