Yayasan Kusuma Buana berpartisipasi dalam Global Mental Health Advocacy Forum 2026 untuk memperkuat advokasi kesehatan mental bersama jaringan global
Yayasan Kusuma Buana (YKB) kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong kesehatan mental global dengan berpartisipasi dalam Global Mental Health Advocacy Forum 2026 yang diselenggarakan pada 2–4 Februari 2026 di Iloilo City, Filipina. Partisipasi ini dilakukan melalui keterlibatan YKB sebagai anggota Community of Practice Awarenest Empower, sebuah jaringan kolaboratif yang menghubungkan organisasi masyarakat sipil dari berbagai negara untuk memperkuat advokasi kesehatan mental.
Forum ini menjadi salah satu pertemuan global terbesar yang mempertemukan aktivis, peneliti, organisasi masyarakat sipil, lembaga internasional, serta pembuat kebijakan yang bekerja di bidang kesehatan mental. Dalam forum ini, peserta berbagi praktik baik, membangun jejaring kolaborasi, serta merumuskan strategi untuk memperkuat sistem kesehatan mental yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Forum Global untuk Memperkuat Advokasi Kesehatan Mental
Global Mental Health Advocacy Forum merupakan ruang kolaborasi internasional yang mempertemukan berbagai aktor dalam gerakan kesehatan mental dunia. Pada penyelenggaraan tahun 2026, forum ini mengangkat tema “Reimagining Global Mental Health: No Voice Left Behind.”
Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 350 peserta secara langsung dari 75 negara dan lebih dari 2.200 peserta daring dari 130 negara, menunjukkan besarnya perhatian global terhadap isu kesehatan mental.
Forum ini diselenggarakan oleh Global Mental Health Action Network bersama berbagai mitra global dan menghadirkan pembicara dari lebih dari 40 negara yang berbagi pengalaman dalam memperkuat advokasi kesehatan mental di tingkat lokal maupun global.

Peran Yayasan Kusuma Buana dalam Community of Practice Awarenest Empower
Sebagai anggota Community of Practice Awarenest Empower, Yayasan Kusuma Buana berkesempatan untuk berkontribusi dalam diskusi global mengenai strategi advokasi kesehatan mental yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui forum ini, YKB mendapatkan berbagai pembelajaran penting, antara lain:
-
pentingnya keterlibatan pemuda dalam kepemimpinan advokasi kesehatan mental
-
perlunya model pendanaan yang lebih berkelanjutan bagi organisasi masyarakat sipil
-
pentingnya mengatasi stigma dan diskriminasi terhadap kesehatan mental
-
penguatan pendekatan berbasis komunitas dalam layanan kesehatan mental
Partisipasi ini juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai organisasi internasional, jaringan advokasi global, serta komunitas praktisi kesehatan mental dari berbagai negara.

Menghubungkan Advokasi Lokal dengan Gerakan Global
Salah satu pesan utama dari forum ini adalah bahwa advokasi kesehatan mental harus menghubungkan pengalaman individu dengan perubahan sistem yang lebih luas. Pendekatan ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, penggunaan data dan pengalaman hidup sebagai dasar advokasi, serta pembangunan koalisi global yang kuat untuk mendorong perubahan kebijakan dan sistem layanan kesehatan mental.
Bagi Yayasan Kusuma Buana, keterlibatan dalam forum ini menjadi kesempatan penting untuk membawa perspektif dari Indonesia ke dalam percakapan global sekaligus memperkuat program-program kesehatan mental yang dijalankan di tingkat komunitas.
Komitmen Yayasan Kusuma Buana ke Depan
Melalui partisipasi dalam Global Mental Health Advocacy Forum 2026, Yayasan Kusuma Buana berkomitmen untuk terus:
-
memperkuat advokasi kesehatan mental berbasis komunitas
-
meningkatkan partisipasi pemuda dalam kepemimpinan kesehatan mental
-
membangun kolaborasi lintas sektor untuk mendukung kesejahteraan mental masyarakat
-
berkontribusi dalam gerakan global untuk menciptakan sistem kesehatan mental yang lebih inklusif dan berkeadilan
Dengan kolaborasi yang kuat antara organisasi lokal dan jaringan global, diharapkan upaya peningkatan kesehatan mental dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.

